Cara Mendisiplinkan Balita Dengan Kasih Sayang

Cara Mendisiplinkan Balita – Kedisiplinan merupakan salah satu hal utama yang harus Anda tanamkan sejak dini terhadap putra-putri Anda. Sering kali, orang tua mengalami kesulitan dalam masalah kedisiplinan, agar mudah dipatuhi anak-anak, terutama di usia balita. Terkadang orang tua menjadi harus memaksa anak-anaknya untuk mengikuti disiplin di rumah, hormat kepada orang tua, bicara dengan nada yang santun, rajin belajar, tidur siang tepat waktu, yang intinya mengatur semua gerak-gerik Si Kecil.

Baca Juga : Cara Melatih Kecerdasan Emosi Balita

Tetapi, sebagai orang tua kita haruslah ingat bahwa Cara Menerapkan kedisiplinan yang Anda maksud tidak hanya dengan melakukan koreksi pada tingkah laku si balita kita saja, tetapi kita juga harus mengajarkan kepada mereka cara agar supaya dapat mengontrol dirinya, serta peduli akan lingkungannya, sehingga mereka dapat tumbuh menjadi orang yang memiliki rasa empati di kemudian hari.

Janganlah lupa bahwa Anda juga harus memberikan contoh dengan selalu berdisiplin kepada balita Anda, karena sebaik-baiknya pembelajaran yang kita berikan adalah melalui tauladan/contoh. Berikut ini adalah beberapa pendekatan yang bisa Anda coba aplikasikan untuk membantu dalam Cara Mendisiplinkan Balita, antara lain:

Tips Dan Cara Mendisiplinkan Balita Dengan Cara Menyenangkan

cara mendisiplinkan balita

Cara Mendisiplinkan Balita

1. Tegas
Dalam melarang balita untuk tidak melakukan sesuatu, buatlah alasan-alasan yang masuk akal, dengan memberikan penjelasan yang logis dan bimbingan padanya, jangan berbohong. Misal: “jangan main payung di dalam rumah, nanti diculik orang”. Hal ini sangatlah tidak logis, sebaiknya Anda menjelaskan apa alasan tidak boleh bermain payung di dalam rumah, misalnya: bisa menghalangi orang lewat atau ujung payung jika dipakai main-main bisa membahayakan tubuh-contohnya, jika tertusuk mata.

2. Konsisten/Jangan Plin-Plan
Sifat dasar manusia adalah meniru, demikian juga si kecil, ia akan meniru apa yang orang dewasa lakukan. Begitu pun jika Anda dan orang-orang dewasa di sekitar balita kita bertindak plin-plan terhadap suatu keputusan, maka si balita akan bingung, mana yang seharusnya ia ikuti. Misalnya, Anda tak setuju dia melompat-lompat di tempat tidur, sementara pasangan Anda atau nenek kakeknya atau pengasuhnya membiarkan si kecil melakukan hal itu. Maka ketidakkonsistenan ini hanya akan membuat balita menjadi bingung dan dapat berakibat dia jadi mengabaikan ketidaksetujuan Anda. Jadi, buatlah kesepakatan keputusan dengan semua orang dewasa yang terlibat dalam pengasuhan si balita, terutama dengan pasangan Anda, sehingga memudahkan balita dalam bersikap.

3. Beri Alternatif Kegiatan
Jika balita Anda mulai melancarkan aksi tidak disiplinnya, misalnya dengan mengacak rak VCD, Anda dapat memberikan alternatif kegiatan yang lebih postif, dengan terlebih dahulu mengajaknya membereskan hasil perbuatan tidak disiplinnya ke posisi semula. Misalnya katakan saja, “ade, daripada ade acak-acak VCD, kita baca buku cerita yuk? ” Jika balita masih saja tidak memedulikan perkataan Anda, dengan cara yang lembut namun tegas, Anda bisa kembali mengatakan dengan tegas kepada si kecil dan kemudian membimbingnya untuk mengembalikan VCD yang berserakan kembali ke rak nya (dilakukan secara bersama-sama) dan kemudian ajak dia untuk membaca buku favoritnya, libatkan si kecil, misalnya: dengan menawarkan buku mana atau cerita mana yang akan dibaca bersama.

4. Beri Alasan
Jika balita anda melakukan kegiatan yang berbahaya untuk dirinya, sepeti: bermain-main dengan benda tajam, Anda tentu harus lebih berhati-hati menegurnya. Berikan pengertian dengan bahasa yang jelas dan sederhana, kenapa benda tersebut tidak boleh dimainkan dan alasannya. Misalnya, “nak, pisau itu bukan untuk mainan, lihat nih tajam kan, kalo ade salah pegangnya, nanti bisa melukai tanganmu, bunda simpan pisaunya ya!” dengan demikian diharapkan balita mengerti kenapa benda tersebut tidak boleh dimainkan dan akibat yang dapat terjadi jika ia terus memainkannya.

5. Tetap Tenang
Jika balita melakukan apa yang kita larang, marah sambil berteriak, membentak, atau menceramahi anak tanpa henti, bukanlah solusinya. Dengan marah, berteriak, membentak atau menceramahi anak hanya akan membuat Anda menjadi orang yang melakukan tindak kekerasan verbal terhadap balita. Tindakan ini justru bisa merusak rasa penghargaan diri sendiri pada anak Anda. Akibatnya, anak jadi tidak memiliki rasa percaya diri. Tetap tenang dan bicara perlahan tapi tegas mengenai kesalahan si kecil, alasan dan menawarkan alternatif kegiatan lain yang aman, adalah hal terbaik yang dapat Anda lakukan.

6. Perhatikan Posisi Bicara
Saat Anda berbicara pada si kecil, terutama saat memberi kritikan padanya perhatikan posisi tubuh Anda, sedapat mungkin tekuklah lutut Anda atau ambil posisi duduk di hadapannya, pandangan mata Anda sejajar dengannya. Dengan sikap seperti ini, Anda tak perlu merasa khawatir akan kehilangan respek darinya. Justru sebaliknya, dia akan semakin menghormati dan menghargai Anda sebagai orangtua.

7. Tunjukkan Sikap Positif
Jangan hanya mengkritik sikap buruk si kecil. Sebaliknya, Anda juga harus memberikan penghargaan atas sikap positifnya, misalnya dengan memberinya pujian saat balita melakukan hal baik, sehingga balita merasa bahwa dirinya dihargai dan menjadi tahu bahwa hal tersebut adalah hal yang benar yang harus dilakukan. Misalnya: saat balita meletakkan kembali mainan yang telah dpakai bermain kembali ke tempatnya, cobalah Anda menghargainya dengan mengucapkan, “Ade pinter, Bunda senang lho lihat ade beresin mainan yang habis dipakai di tempat semula.”

Artikel Lain : Cara Merawat Bayi Prematur Sendiri Di Rumah

8. Jangan Memukul
Pukulan pada anak akan berpengaruh buruk bagi diri anak, terutama pada psikisnya. Anak yang pernah dipukul orangtuanya akan merasa menderita karena perasaan tidak dihargai dan dapat menjadi depresi. Hukuman dengan cara memukul amat tidak disarankan, mengingat bahwa pemukulan secara tidak langung mengajarkan atau memberikan contoh pada anak, untuk menyelesaikan segala persoalan dengan cara kekerasan.

9. Jangan Menyuap
Sebagai orang tua, sebaiknya Anda jangan membiasakan menjanjikan uang atau hadiah kepada balita saat si balita memenuhi permintaan Anda untuk mengerjakan atau melarang sesuatu. Kebiasaan pemberian hadiah atau uang seperti ini dapat membuat si kecil menjadi terbiasa mengharapkan dan menjadi tidak mau mengerjakan atau menghindari sesuatu, jika belum dijanjikan uang atau hadiah.

10. Hadapi Rengekan
Tegaskan kepada si kecil untuk tidak merengek saat meminta sesuatu dan tegaskan pula Anda tidak akan mengabulkan jika permintaannya disampaikan dengan cara merengek atau menangis. Dengan demikian diharapkan si kecil akan terbiasa untuk meminta sesuatu dengan sikap yang baik dan sopan.

Hal penting yang tidak boleh Anda lupakan dalam membiasakan kedisiplinan kepada balita adalah Anda harus mengerti terlebih dulu kondisi si kecil. Berusahalah untuk memberikan pemahaman dan contoh yang mudah dimengerti anak sesuai dengan seusianya. Dengan demikian diharapkan timbul pengertian dalam diri balita kita sehingga tindakan sesuai disiplin akan dilakukan dengan ringan karena mengerti latar belakang dan akibat yang akan timbul jika ia tidak disiplin.

Baca Juga : Tahap Perkembangan Kepandaian Pada Bayi

Demikianlah tadi Tips Dan Cara Mendisiplinkan Balita . Selain itu, hubungan hal yang tidak kalah penting dalam pembiasaan disiplin pada balita adalah komunikasi yang baik dengan si kecil untuk mempermudah Anda memberikan pengertian pada si kecil.