Mengenal Induksi Pada Proses Persalinan

Induksi Pada Proses Persalinan – Impian yang selalu diimpikan oleh setiap ibu hamil adalah menginginkan pada saat proses kelahiran semuanya dapat berjalan normal dan tentunya lancar. Lalu keadaan bayi yang dikandungnya selama kurang lebih sembilan bulan dapat terlahir dengan sempurna dan selamat. Tetapi adakalanya proses kelahiran yang normal sekalipun menjadi proses melahirkan tidak normal sehingga membutuhkan tindakan induksi.

Apa Pengertian Induksi Kelahiran?

Induksi pada kelahiran adalah suatu usaha dalam membantu memulainya proses kelahiran dimana apabila tidak ditemukannya tanda-tanda bayi akan lahir lalu akan dipacu yang menyebabkan timbulnya mual atau rasa mulas pada ibu. Induksi ini dilakukan untuk mencegah proses melahirkan tidak normal. Sebenarnya cara ini dilakukan semata-mata untuk membantu keluar bayi dari uterus secara normal sesuai yang dianjurkan.

Baca Juga : Hal Yang Perlu Dihindari Oleh Ibu Hamil

Tujuan Induksi Pada Proses Persalinan

Induksi Pada Proses Persalinan

Proses Persalinan Normal

Mengapa Induksi Ini Dilakukan?

Ada beberapa alasan yang menyebabkan tindakan induksi ini dilakukan. Diantaranya adalah kondisi sang ibu secara medis dilihat dari tekanan darah dan kandungan gula dalam darah ibu. Hal lain adalah perkiraan berat si bayi dan saluran air ketuban yang sudah pecah sebelum waktunya namun janin belum mau keluar karena stres. Apabila hal ini terjadi maka dokter akan mengambil jalan induksi. Hal ini sangat penting dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti proses melahirkan tidak normal, bayi lahir cacat atau bahkan dapat menyebabkan kematian bagi ibu atau si bayi.

Biasanya proses induksi ini dilakukan melalui dua cara yaitu Induksi Kimia dan Induksi Mekanik. Secara kimia ibu akan diberi berbagai macam obat khusus yang sebenarnya berfungsi untuk menyebabkan kontraksi pada dinding rahim. Obat yang diberikan sangat beragam dengan jenis dan cara mengkonsumsinya. Ada yang diminum bahkan adapula yang dimasukkan langsung ke lubang rahim atau vagina ibu. Sedangkan cara mekanik yang biasa dilakukan adalah pemasangan balon keteter.

Bagaimana Cara Pemasangan Induksi Balon Dan Induksi Kimia Tersebut?

Pemasangan induksi balon adalah dengan cara memasukkan balon kateter tersebut kedalam mulut rahim atau serviks dengan harapan saluran air ketuban dapat segera pecah dan bayi akan langsung keluar. Namun tentunya tindakan seperti ini dapat menimbulkan berbagai macam resiko diantaranya kontraksi otot rahim yang berlebihan malah justru dapat mengakibatkan kram atau kaku oto, robeknya jahitan pasca operasi Caesar bagi yang pernah melakukan bahkan hal ini dapat mengganggu kenyamanan bayi dalam kandungan. Maka dari itu tindakan induksi adalah jalan terakhir yang dapat ditempuh apabila bayi tidak dapat keluar melalui jalan kelahiran normal. Hal terbaik yang dapat dilakukan sebenarnya menunggu sampai bayi keluar secara spontan.

Untuk induksi kimia yaitu dengan menggunakan obat-obatan. Obat tersebut dapat diminum secara langsung, di suntikkan langsung ataupun diberikan bersamaan dengan cairan infus. Tujuan induksi kimia ini sama dengan induksi balon yaitu mempercepat proses persalinan dengan cara normal.

Baca Juga : Tips Ibu Hamil Melahirkan Dengan Selamat

Demikianlah ulasan kita kali ini mengenai Induksi Pada Proses Persalinan. Bagaimanapun tindakan seperti ini sangat perlu dijaga dibawah pengawasan dokter yang ahli dibidangnya. Hal ini dilakukan agar hal-hal yang buruk tidak terjadi. Harapannya semua ibu dan bayi dapat menjalani proses kelahiran dengan selamat dan sehat. Terima Kasih.