Cara Mengenal Jenis Hipotensi (Tekanan Darah Rendah)

Jenis Hipotensi – Sering merasa pusing, mudah pingsan, dan sinkop merupakan beberapa gejala yang sering dialami oleh mereka yang menderita hipotensi atau tekanan darah rendah. Tekanan darah rendah dalam dunia medis bisa dibagi ke dalam beberapa jenis sesuai dengan penyebab yang mendasarinya.

Baca Juga : Cara Efektif Mencegah Hipotermia

Jenis Hipotensi Berdasarkan Penyebabnya

Jenis Hipotensi

Pusing Karena Hipotensi

Apa Saja Jenis Hipotensi ?

1. Tekanan Darah Rendah Saat Berdiri (ortostatik atau postural hipotensi)
Merupakan penurunan tekanan darah yang terjadi secara tiba-tiba ketika seseorang beralih dari posisi duduk ke berdiri atau ketika berdiri setelah berbaring. Biasanya, gravitasi menyebabkan darah berkumpul di kaki saat seseorang berdiri. Tubuh mengkompensasi ini dengan meningkatkan denyut jantung dan konstriksi pembuluh darah, untuk memastikan bahwa darah kembali ke otak dalam jumlah yang cukup. Namun pada orang dengan hipotensi ortostatik, mekanisme kompensasi ini gagal sehingga tekanan darah pun turun, menyebabkan gejala pusing, kepala ringan, penglihatan kabur dan bahkan pingsan. Hipotensi ortostatik dapat terjadi karena berbagai alasan, termasuk dehidrasi, istirahat di tempat tidur berkepanjangan, kehamilan, diabetes, masalah jantung, luka bakar, panas yang berlebihan, varises besar dangan gangguan neurologis tertentu.

Sejumlah obat juga dapat menyebabkan Hipotensi Ortostatik terutama obat yang digunakan untuk mengobati tekanan darah tinggi – diuretik, beta blockers, calcium channel blockers dan enzyme (ACE) inhibitor angiotensin-converting – serta antidepresan dan obat-obatan yang digunakan untuk mengobati penyakit Parkinson dan disfungsi ereksi. Hipotensi ortostatik sangat umum pada orang dewasa yang lebih tua, sekitar 20 persen dari lanjut usia, yang berusia 65, mengalami hipotensi ortostatik. Tetapi hipotensi ortostatik juga dapat mempengaruhi golongan usia muda, jika mereka yang sehat berdiri tiba-tiba setelah duduk dengan kaki disilangkan untuk waktu yang lama atau setelah bekerja selama beberapa waktu dalam posisi jongkok.

2. Tekanan Darah Rendah Setelah Makan (hipotensi postprandial)
Hipotensi postprandial adalah penurunan tiba-tiba tekanan darah setelah makan. Kondisi ini umumnya dialami golongan usia tua (lansia). Sama seperti gravitasi yang menarik darah ke kaki saat Anda berdiri, sebagian besar darah mengalir kesaluran pencernaan setelah Anda makan. Biasanya tubuh mengkompensasi kondisi ini dengan meningkatkan denyut jantung dan konstriksi pembuluh darah tertentu untuk membantu menjaga tekanan darah normal. Namun pada beberapa orang mekanisme ini gagal, hingga akhirnya menyebabkan pusing, pingsan dan jatuh. Hipotensi postprandial lebih mungkin memengaruhi orang-orang dengan tekanan darah tinggi atau gangguan system saraf otonom seperti penyakit Parkinson. Menurunkan dosis obat tekanan darah dan makan makanan dalam porsi kecil dan rendah karbohidrat dapat membantu mengurangi gejala.

3. Tekanan Darah Rendah Diakibatkan Gangguan Sinyal Otak Yang Rusak (neurallymediated hypotension)
Kondisi ini menyebabkan tekanan darah turun setelah berdiri untuk waktu yang lama, yang menyebabkan tanda dan gejala seperti pusing, mual dan pingsan. Neurallymediated hypotension kebanyakan menyerang kelompok usia muda dan tampaknya terjadi karena miskomunikasi antara jantung dan otak. Ketika Anda berdiri untuk waktu yang lama tekanan darah turun daerah berkumpul di bagian kaki. Biasanya tubuh kemudian membuat penyesuaian untuk menormalkan tekanan darah.

Namun pada orang dengan neurallymediated hypotension, saraf di ventrikel kiri jantung malah memberi sinyal kepada otak bahwa tekanan darah terlalu tinggi bukan terlalu rendah. Akibatnya otak mengurangi denyut jantung dan menurunkan tekanan darah lebih jauh. Hal ini menyebabkan darah semakin banyak berkumpul di kaki dan hanya sedikit yang menuju otak sehingga menyebabkan pusing dan pingsan.

4. Tekanan Darah Rendah Akibat Kerusakan System Saraf (multiple systematrophy dengan hipotensi ortostatik)
Juga disebut sindrom Shy-Drager yaitu gangguan langka ini menyebabkan kerusakan progresif terhadap system saraf otonom yang mengontrol fungsi bawah sadar seperti tekanan darah, denyut jantung, pernapasan dan pencernaan.
Meskipun kondisi ini dapat dikaitkan dengan tremor otot, gerakan butuh yang melambat, masalah koordinasi dan berbicara, dan inkontinensia, namun cirri utamanya adalah hipotensi ortostatik berat disertai tekanan darah yang sangat tinggi ketika berbaring.

Baca Juga : Efek Buruk Dari Minum Kopi

Demikian penjelasan mengenai Jenis Hipotensi yang perlu anda ketahui. Jadi pada intinya ketika kita sering merasa pusing disertai badan terasa lemah segeralah periksa ke dokter agar kita dapat mengetahui penyebab pusing tersebut. Apakah akibat dari hipotesnsi atau dari efek penyakit yang lain misalnya pusing akibat penyakit maag atau flu. Semoga bermanfaat dan terima kasih.