Penyebab Hipertensi Sekunder

Penyebab Hipertensi Sekunder – Hipertensi dikenal sebagai salah satu kondisi kesehatan yang dapat memicu penyakit serius seperti stroke dan serangan jantung. Pada dasarnya hipertensi bisa dibagi ke dalam dua jenis yakni hipertensi primer dan sekunder. Hipertensi yang diderita oleh orang kebanyakan disebut hipertensi atau tekanan darah tinggi saja.

Selanjutnya dalam dunia medis kita mengenal hipertensi sekunder. Apa itu hipertensi sekunder? Hipertensi sekunder adalah jenis hipertensi disebabkan oleh penyakit atau kondisi medis lain. Kondisi medis dan penyakit apa saja yang bisa memicu hipertensi sekunder? Berikut penjelasannya.

Baca Juga : Cara Mengenal Jenis Hipotensi (Tekanan Darah Rendah)

Penyebab Hipertensi sekunder Secara Umum

Penyebab Hipertensi Sekunder

Tekanan Darah Tinggi


1. Komplikasi Diabetes (nefropati Diabetik)

Diabetes dapat merusak system penyaringan ginjal yang dapat menyebabkan Tekanan Darah Tinggi.

2. Penyakit Ginjal Polikistik
Dalam kondisi bawaan ini kista di ginjal menghambat kerja normal ginjal dan dapat meningkatkan tekanan darah.

3. Penyakit Glomerulus
Ginjal berfungsi untuk menyaring limbah dan sodium menggunakan filter berukuran mikroskopis yang disebut glomeruli yang kadang-kadang bias menjadi bengkak. Jika glomeruli yang bengkak tidak bias bekerja secara normal kondisi ini akan mengakibatkan tekanan darah tinggi.

4. Hipertensi Renovaskular
Ini adalah jenis hipertensi sekunder yang disebabkan oleh penyempitan (stenosis) dari salah satu atau kedua arteri yang menuju ke ginjal. Hipertensi renovaskular dapat menyebabkan hipertensi dan kerusakan ginjal yang bersifat ireversibel.

5. Sindrom Cushing
Dalam kondisi ini obat-obatan kortiko steroid sendiri dapat menyebabkan hipertensi sekunder atau hipertensi dapat disebabkan oleh tumor hipofisis atau faktor-faktor lain yang menyebabkan kelenjar adrenal menghasilkan terlalu banyak hormone kortisol. Hal inidapat meningkatkan tekanan darah.

6. Aldosteronisme
Dalam kondisi ini tumor pada kelenjar adrenal meningkatkan pertumbuhan sel-sel normal di kelenjar adrenal atau faktor lain menyebabkan kelenjar adrenal melepaskan hormon aldosteron dalam jumlah yang berlebihan. Hal ini dapat menahan garam dan air di ginjal dan kehilangan terlalu banyak kalium yang akhirnya meningkatkan tekanan darah.

7. Pheochromocytoma
Tumor langka ini biasanya berkembang di kelenjar adrenal meningkatkan produksi hormon adrenalin dan noradrenalin yang dapat menyebabkan tekanan darah tinggi jangka panjang atau lonjakan tekanan darah jangka pendek.

8. Masalah Tiroid
Ketika kelenjar tiroid tidak bisa menghasilkan hormone tiroid dalam jumlah cukup (hipotiroidisme) atau menghasilkan terlalu banyak hormone tiroid (hipertiroidisme) tekanan darah tinggi dapat terjadi.

9. Hiperparatiroidisme
Kelenjar paratiroid mengatur kadar kalsium dan fosfor dalam tubuh Anda. Jika kelenjar mengeluarkan terlalu banyak hormone paratiroid jumlah kalsium dalam darah Anda meningkat yang memicu peningkatan tekanan darah.

10. Koarktasio Aorta
Pada mereka yang terlahir dengan kondisi cacat ini arteri utama (aorta) tubuh mengalami penyempitan (koarktasio). Kondisi ini memaksa jantung untuk memompa lebih keras agar darah bisa mengalir melalui aorta ke seluruh tubuh. Hal ini pada akhirnya meningkatkan tekanan darah terutama di lengan.

11. Sleep Apnea
Dalam kondisi ini sering ditandai dengan kebiasaan mendengkur yang berlebihan napas berulang kali berhenti dan umumnya dimulai saat tidur menyebabkan tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen. Kekurangan oksigen dapat merusak lapisan dinding pembuluh darah yang dapat membuat pembuluh darah kurang efektif dalam mengatur tekanan darah. Selain itu sleep apnea menyebabkan bagian dari system saraf terlalu aktif dan melepaskan bahan kimia tertentu yang meningkatkan tekanan darah.

12. Obesitas
Ketika berat badan meningkat jumlah darah yang menyebar ke seluruh tubuh juga meningkat. Hal ini memberikan tekanan tambahan pada dinding arteri meningkatkan tekanan darah. Kelebihan berat badan sering dikaitkan dengan peningkatan denyut jantung dan penurunan kapasitas pembuluh darah mengangkut darah. Selain itu timbunan lemak dapat melepaskan bahan kimia yang meningkatkan tekanan darah. Semua factor ini dapat menyebabkan hipertensi.

13. Kehamilan
Kehamilan dapat membuat tekanan darah yang memang sudah tinggi semakin buruk atau dapat menyebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi akibat kehamilan atau pre eklamsia).

14. Obat-Obatan Dan Suplemen
Berbagai resep obat seperti penghilang rasa sakit, anti depresan dan obat-obatan yang digunakan setelah transplantasi organ dapat menyebabkan atau memperburuk tekanan darah tinggi pada beberapa orang. Pil KB, dekongestan dan suplemen herbal tertentu, termasuk ginseng, licorice dan ephedra (ma huang), mungkin memiliki efek yang sama. Banyak obat-obatan terlarang, seperti kokain dan methamphetamine juga meningkatkan tekanan darah.

Baca Juga : Cara Mengatasi Tekanan Darah Rendah

Demikian uraian mengenai Penyebab Hipertensi Sekunder yang sangat berbahaya bagi kesehatan kita. Begitu banyak faktor penyebab dari hipertendi dekunder yang tidak bisa kita ketahui secara kasat mata. Oleh karena itu jagalah pola hidup anda rajin berolah raga dan makan makanan yang seha